Pasar Properti Surabaya Tak Pernah Surut

5 Agustus 2019

SURABAYA, KOMPAS.com - Sebagai kota kedua terbesar di Indonesia, Surabaya menjadi patokan sebuah standar penilaian bisnis dan investasi setelah Jakarta. Termasuk untuk sektor properti. Kendati bisnis dan investasi properti secara umum dipandang masih melambat, namun Kota Pahlawan ini menunjukkan kelasnya sebagai pasar yang tak pernah surut. Pertumbuhan ekonominya menyentuh angka 7 persen, meningkat dibanding tahun 2015 yang menyentuh angka 5,8 persen. Ini artinya, pertumbuhan ekonomi Surabaya berada di atas Jawa Timur, dan Nasional. Demikian halnya dengan kesejahteraan penduduk yang menurut data Susenas Biro Pusat Statistik (BPS) meningkat pesat. Jika pada 2010 kelompok bawah berjumlah 34,35 persen, tahun 2016 menjadi hanya 8,06 persen. Sementara angka consuming class melonjak menjadi 41,29 persen dari sebelumnya hanya 13 persen dari total populasi Surabaya 3,057 juta jiwa.

.

CEO Leads Property Indonesia Hendra Hartono mengatakan, hal ini karena faktor manajerial dalam pengelolaan kota yang profesional di bawah kepemimpinan Tri Rismaharini. "Pasar Surabaya menjadi lebih menjanjikan. Kelas atasnya sudah terbentuk, kelas bawah membaik kesejahteraannya, ekonomi bertumbuh yang mendorong buying power juga meningkat," tutur Hendra menjawab Kompas.com, Jumat (16/11/2018). Pencapaian tersebut, menurut dia, menjadikan Surabaya sebagai pasar paling potensial dan dinamis setelah kawasan Jadebotabek. Tak mengherankan jika kota ini juga menjadi favorit untuk bisnis dan investasi yang kemudian berdampak positif terhadap perkembangan dan pertumbuhan kawasan di sekitarnya seperti Gresik, Mojokerto, Sidoarjo, dan Lamongan. Artikel ini merupakan bagian pertama dari Liputan Khusus Pasar Properti Surabaya yang disajikan dalam tiga sektor utama, perumahan, apartemen, pergudangan, dan kawasan industri. Pondok Tjandra Indah merupakan hunian yang dibangun di atas lahan seluas 400 hektar yang bisa diakses melalui Tol Tambak Sumur dan Middle East Ring Road (MERR). Seluas 200 hektar di antaranya sudah terbangun dengan tingkat hunian 8.000 kepala keluarga. Saat ini sudah terbangun beberapa fasilitas penunjang, mulai dari pusat olahraga, club house, sekolah, pusat belanja, pusat komersial, dan proyek yang akan datang adalah mixed use development. Proyek terbaru ini, kata Jenny, persis dilintasi MERR. Dengan estimasi dana Rp 1 triliun, proyek multifungsi ini akan terdiri dari apartemen, perkantoran, dan pusat belanja. "Ini fasilitas yang melengkapi Kompleks Perumahan Pondok Tjandra Indah yang akan kami mulai pada tahun 2019 mendatang," jelas Jenny. Catatan penjualan perumahan menggembirakan juga ditunjukkan AKR Grand Estate Marina (GEM) City yang dikembangkan AKR Land. "Dari lima cluster yang sudah dilepas ke pasar, kami membukukan penjualan sekitar 75 persen atau 600 unit. Bahkan, empat cluster perdana berada di posisi 90 persen hingga 95 persen," ungkap Head of Commercial Region II AKR Land Regina Natalia. AKR GEM City merupakan proyek perumahan berkonsep kota mandiri yang diluncurkan pada 2015 lalu. Harga perdana AKR GEM City saat itu, kata Regina, masih berkisar Rp 3,5 juta per meter persegi atau Rp 350 juta hingga Rp 400 jutaan untuk tipe terkecil. "Saat ini harganya sudah naik. Pertumbuhannya sekitar 20 persen," ujar Regina. AKR GEM City dikembangkan di atas lahan seluas 800 hektar yang terdiri dari 7 distrik dan akan dilengkapi dengan fasilitas komersial seperti hotel, apartemen, perkantoran, dan bangunan komersial lainnya. Finance and Accounting Manager AKR Land Desy Budi Mulyati menambahkan, untuk merealisasikan megaproyek ini, dibutuhkan investasi senilai 1,75 miliar dollar AS. "Jika dikonversikan ke dalam kurs rupiah aktual, nilai investasinya sekitar Rp 26 triliun," kata Desy. Kota mandiri ini terintegrasi dengan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) seluas 3.000 hektar. Berdasarkan catatan Kompas.com, kawasan JIIPE dengan nilai investasi Rp 50 triliun berasal dari dua investor, yakni PT AKR Corporindo Tbk dan PT Pelindo III.

Sementara, untuk pasar apartemen Surabaya dan sekitarnya juga masih menunjukkan pergerakan, kendati secara umum aktivitasnya masih belum progresif seperti dua atau tiga tahun sebelumnya. Menurut riset Colliers International Indonesia, hal ini terjadi karena masih banyak investor yang melakukan aksi tunda pembelian atau wait and see. "Mereka menunggu membaiknya ekonomi dan implementasi dari stimulus yang dikeluarkan Bank Indonesia dengan harapan berdampak positif," kata Research Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto dalam paparannya akhir Semester I lalu. Diperkirakan sebanyak 32.144 unit baru atau 104 persen dari total pasok saat ini, akan hadir di Surabaya hingga tahun 2021. Salah satu apartemen yang masih aktif ditransaksikan adalah Belleview, di kawasan Manyar, yang dibangun PT Pondok Tjandra Indah. Menurut Jenny, penjualannya terus bergerak dari waktu ke waktu sejalan dengan tingkat kebutuhan gaya hidup praktis dan mobilitas tinggi. Dilansir pada 2016 lalu, Belleview sudah mengantongi penjualan 40 persen dari total 400 unit yang dipasarkan dengan harga mulai dari Rp 600 juta. Berbeda dengan cluster perumahan, konsumen apartemen Belleview ini didominasi oleh pembeli baru (first time buyer), termasuk generasi milenial usia produktif 25 tahun-35 tahun. Jumlah pembeli milenial ini sekitar 20 persen dari total 40 persen yang sudah terjual. "Kami menawarkan kemudahan pembayaran berupa uang muka yang bisa diangsur dengan tenor bervariasi tanpa bunga. Jadi, cicilannya ringan, hanya sekitar Rp 3 juta-Rp 4 juta per bulan," terang Jenny. PT Pondok Tjandra Indah saat ini telah menyelesaikan konstruksi fondasi dan ruang bawah tanah, untuk kemudian bergerak membangun struktur lantai di atasnya. "Kami targetkan serah terima pada akhir 2019 mendatang," kata Jenny. Antusiasme para pembeli produk PT Pondok Tjandra Indah ini menunjukkan kegairahan pasar hunian. Pasalnya, menurut Jenny, hunian merupakan kebutuhan primer yang akan selalu ada, seiring pertumbuhan populasi.

.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pasar Properti Surabaya Tak Pernah Surut", https://properti.kompas.com/read/2018/11/17/083400921/pasar-properti-surabaya-tak-pernah-surut?page=all. Penulis : Hilda B Alexander Editor : Hilda B Alexander




Baca juga
1 September 2016
Begini Cara Mengusir Energi Negatif di Rumah!
RumahCom - Tanpa Anda sadari energi negatif di dalam rumah yang biasanya berasal dari ruangan yang kelam atau kurang bersih memberikan efek yang negatif juga bagi Anda. Anda akan merasa tak nyaman, kurang bersemangat, dan seakan kondisi rumah sangat gloomy.

21 September 2015
7 RAHASIA AGAR RUMAH ANDA CEPAT TERJUAL
Mari kita uraikan sebuah cara terbaik menjual rumah agar cepat laku, selalu ada cara selama kita masih mau berkreasi dan mencoba-coba sehingga menemukan langkah terbaik, begitu juga dalam bidang jual beli rumah entah itu menjual aset pribadi maupun yang fokus menjadi agen broker dibidang properti.

27 Agustus 2015
Risma Bocorkan Strategi Ubah Citra Surabaya ke Ribuan Mahasiswa
Metrotvnews.com, Yogyakarta: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memberikan kuliah perdana bagi mahasiswa baru program pascasarjana Universitas Gadjah Mada.

24 Agustus 2015
BI: Harga Rumah Kecil Naik Lebih Tinggi Dibandingkan Rumah Besar
JAKARTA, jktproperty.com - Kenaikan harga rumah tipe kecil lebih tinggi dibandingkan kenaikan harga rumah tipe menengah dan tipe besar, demikian hasil survei yang dilakukan Bank Indonesia yang dilansir pekan ini.

18 Agustus 2015
Lokasi Disetujui, Pemkot Surabaya Kebut Proyek Jalan Lingkar Luar
Bisnis.com, SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya akan segera menggarap proyek pembangunan jalan lingkar luar timur (JLLT) dan jalan lingkar luar barat (JLLB) menyusul disepakatinya penetapan lokasi (penlok) pembebasan lahan oleh Pemprov Jawa Timur.

18 Agustus 2015
Pengembang Surabaya Siap Ikut Bangun Jalan Lingkar
Bisnis.com, SURABAYA - Rencana Pemerintah Kota Surabaya untuk membangun Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB) dan Jalan Lingkar Luar Timur (JLLT) telah direspon oleh sejumlah pengembang di Surabaya.

Customer Services

  • Rudy Sugianto
    #ymid01

Tentang Kami

XMarks  adalah solusi yang tepat bagi anda yang sedang mencari rumah, apartemen, ruko maupun tanah untuk  tempat tinggal anda maupun untuk usaha anda, dengan membeli ataupun sewa.  Kami di XMarks juga siap untuk menjualkan atau menyewakan properti anda. Melalui XMarks, properti anda akan terjual dengan harga yang pantas dalam waktu lebih singkat, karena di XMarks, ada lebih dari 1000 Marketing Associate, yang bekerja bersama-sama memasarkan properti anda. Terima kasih atas kunjungan anda di   www.xaviermarksgallery.com